Bangun Datar: Ciri-Ciri dan Sifat-Sifatnya

Sifat dan ciri ciri bangun datar
instagram.com/rumahinspirasi_id

Bangun datar adalah bentuk dua dimensi yang memiliki luas dan keliling. Bangun datar terbentuk dari garis lurus atau lengkung yang membentuk permukaan datar.

Contoh bangun datar adalah kertas, papan tulis, piring, dan sebagainya.

Ada banyak jenis bangun datar, seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, segitiga, jajar genjang, belah ketupat, layang-layang, trapesium, segi lima, dan segi enam.

Setiap bangun datar memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat tertentu yang membedakannya dari bangun datar lainnya.

Ciri-Ciri Bangun Datar

Ciri-ciri bangun datar adalah hal-hal yang dapat dilihat atau diukur dari bangun datar tersebut. Ciri-ciri bangun datar meliputi jumlah sisi, panjang sisi, besar sudut, jumlah sudut, jumlah titik sudut, jumlah sumbu simetri, dan jumlah diagonal.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari beberapa bangun datar:

  1. Persegi: memiliki empat sisi yang sama panjang dan empat sudut siku-siku (90°). Memiliki empat sumbu simetri lipat dan empat sumbu simetri putar. Memiliki dua diagonal yang sama panjang dan saling tegak lurus.
  2. Persegi panjang: memiliki empat sisi, dua pasang sisi yang sama panjang dan sejajar. Memiliki empat sudut siku-siku (90°). Memiliki dua sumbu simetri lipat dan dua sumbu simetri putar. Memiliki dua diagonal yang sama panjang.
  3. Lingkaran: tidak memiliki sisi atau sudut. Memiliki satu titik pusat dan satu jari-jari. Memiliki tak hingga sumbu simetri lipat dan putar. Tidak memiliki diagonal.
  4. Segitiga: memiliki tiga sisi dan tiga sudut. Jumlah besar sudutnya adalah 180°. Memiliki tiga titik sudut dan tiga diagonal (yang sama dengan sisi-sisinya). Jumlah sumbu simetri lipat dan putar tergantung pada jenis segitiganya.
    • Segitiga siku-siku: memiliki satu sudut siku-siku (90°) dan dua sudut lancip. Tidak memiliki sumbu simetri lipat atau putar.
    • Segitiga sama kaki: memiliki dua sisi yang sama panjang dan dua sudut yang sama besar. Memiliki satu sumbu simetri lipat dan satu sumbu simetri putar.
    • Segitiga sama sisi: memiliki tiga sisi yang sama panjang dan tiga sudut yang sama besar (60°). Memiliki tiga sumbu simetri lipat dan tiga sumbu simetri putar.
  5. Jajar genjang: memiliki empat sisi, dua pasang sisi yang sejajar. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Tidak memiliki sumbu simetri lipat atau putar. Memiliki dua diagonal yang saling berpotongan tapi tidak sama panjang.
  6. Belah ketupat: memiliki empat sisi yang sama panjang. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Memiliki dua sumbu simetri lipat dan dua sumbu simetri putar. Memiliki dua diagonal yang saling tegak lurus tapi tidak sama panjang.
  7. Layang-layang: memiliki empat sisi, dua pasang sisi yang sama panjang tapi tidak sejajar. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Memiliki satu sumbu simetri lipat dan satu sumbu simetri putar. Memiliki dua diagonal yang saling berpotongan tapi tidak sama panjang.
  8. Trapesium: memiliki empat sisi, satu pasang sisi yang sejajar. Sudut-sudut yang berdekatan berjumlah 180°. Tidak memiliki sumbu simetri lipat atau putar. Memiliki dua diagonal yang tidak sama panjang.
  9. Segi lima: memiliki lima sisi dan lima sudut. Jumlah besar sudutnya adalah 540°. Memiliki lima titik sudut dan lima diagonal. Jumlah sumbu simetri lipat dan putar tergantung pada jenis segi limanya.
    • Segi lima beraturan: memiliki lima sisi yang sama panjang dan lima sudut yang sama besar (108°). Memiliki lima sumbu simetri lipat dan lima sumbu simetri putar.
    • Segi lima tidak beraturan: tidak memiliki sisi atau sudut yang sama. Tidak memiliki sumbu simetri lipat atau putar.
  10. Segi enam: memiliki enam sisi dan enam sudut. Jumlah besar sudutnya adalah 720°. Memiliki enam titik sudut dan sembilan diagonal. Jumlah sumbu simetri lipat dan putar tergantung pada jenis segi enamnya.
    • Segi enam beraturan: memiliki enam sisi yang sama panjang dan enam sudut yang sama besar (120°). Memiliki enam sumbu simetri lipat dan enam sumbu simetri putar.
    • Segi enam tidak beraturan: tidak memiliki sisi atau sudut yang sama. Tidak memiliki sumbu simetri lipat atau putar.

Sifat-Sifat Bangun Datar

Sifat-sifat bangun datar adalah hal-hal yang berlaku untuk bangun datar tersebut dan tidak berubah meskipun bangun datar tersebut diputar, dibalik, atau digeser. Sifat-sifat bangun datar meliputi hubungan antara sisi, sudut, diagonal, luas, dan keliling. Berikut ini adalah sifat-sifat dari beberapa bangun datar:

  1. Persegi: luasnya adalah hasil kali panjang sisi dengan panjang sisi. Kelilingnya adalah hasil kali panjang sisi dengan empat. Diagonalnya adalah hasil kali panjang sisi dengan akar dua.
  2. Persegi panjang: luasnya adalah hasil kali panjang dengan lebar. Kelilingnya adalah hasil kali dua dengan jumlah panjang dan lebar. Diagonalnya adalah akar dari jumlah kuadrat panjang dan kuadrat lebar.
  3. Lingkaran: luasnya adalah hasil kali phi dengan kuadrat jari-jari. Kelilingnya adalah hasil kali dua dengan phi dengan jari-jari. Diameter adalah hasil kali dua dengan jari-jari.
  4. Segitiga: luasnya adalah hasil kali setengah dengan alas dengan tinggi. Kelilingnya adalah jumlah ketiga sisinya. Jika segitiga siku-siku, maka berlaku teorema Pythagoras, yaitu kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dua sisi lainnya.
  5. Jajar genjang: luasnya adalah hasil kali alas dengan tinggi. Kelilingnya adalah jumlah keempat sisinya. Jika diagonalnya dinyatakan sebagai p dan q, maka berlaku rumus p kuadrat plus q kuadrat sama dengan dua kali jumlah kuadrat kedua pasang sisi yang sejajar.
  6. Belah ketupat: luasnya adalah hasil kali setengah dengan perkalian kedua diagonalnya. Kelilingnya adalah hasil kali empat dengan panjang sisinya. Jika diagonalnya dinyatakan sebagai p dan q, maka berlaku rumus p kuadrat plus q kuadrat sama dengan empat kali kuadrat panjang sisinya.
  7. Layang-layang: luasnya adalah hasil kali setengah dengan perkalian kedua diagonalnya. Kelilingnya adalah jumlah keempat sisinya. Jika diagonalnya dinyatakan sebagai p dan q, maka berlaku rumus p kuadrat plus q kuadrat sama dengan jumlah kuadrat kedua pasang sisi yang sama panjang.
  8. Trapesium: luasnya adalah hasil kali setengah dengan jumlah kedua sisi sejajar dengan tinggi. Kelilingnya adalah jumlah keempat sisinya. Jika diagonalnya dinyatakan sebagai p dan q, maka berlaku rumus p kuadrat plus q kuadrat sama dengan jumlah kuadrat keempat sisinya dikurangi dua kali perkalian kedua sisi sejajar.
  9. Segi lima: luasnya tergantung pada jenis segi limanya. Jika segi lima beraturan, maka luasnya adalah hasil kali satu seperempat dengan akar lima dikurangi satu dengan phi dengan pangkat tiga dengan kuadrat panjang sisinya. Kelilingnya adalah hasil kali lima dengan panjang sisinya.
  10. Segi enam: luasnya tergantung pada jenis segi enamnya. Jika segi enam beraturan, maka luasnya adalah hasil kali tiga dengan akar tiga dengan setengah dengan kuadrat panjang sisinya. Kelilingnya adalah hasil kali enam dengan panjang sisinya.