Pengertian Majas Personifikasi Berserta Contoh dan Penjelasannya

Pengertian Majas Personifikasi Berserta Contoh dan Penjelasannya

Apakah Anda pernah membaca atau mendengar kalimat seperti ini: “Cinta terbaring dalam jiwa sendirian” atau “Angin berkejar-kejaran dari barat ke timur”? Kalimat-kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa yang disebut majas personifikasi.

Menurut Keraf, majas personifikasi adalah gaya bahasa kiasa yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat kemanusiaan.

Majas personifikasi sering digunakan dalam karya sastra, seperti puisi, cerpen, novel, atau drama, untuk memperindah dan memperkaya makna sebuah kalimat. Majas personifikasi juga dapat menimbulkan efek imajinatif dan emosional bagi pembaca atau pendengar. Dengan majas personifikasi, benda mati dapat berbicara, bergerak, berperasaan, atau beraksi seperti manusia.

Namun, bagaimana cara membuat majas personifikasi yang baik dan benar? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Pilihlah benda mati yang sesuai dengan tema atau suasana cerita.
  • Pilihlah sifat atau tingkah laku manusia yang cocok dengan benda mati tersebut.
  • Gunakan kata-kata yang menunjukkan sifat atau tingkah laku manusia tersebut, seperti kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan.
  • Pastikan bahwa majas personifikasi tidak bertentangan dengan logika atau kenyataan.

Berikut ini adalah beberapa contoh majas personifikasi beserta penjelasannya:

  1. Cinta terbaring dalam jiwa sendirian. (puisi Cinta, Kahlil Gibran)
    • Benda mati: cinta
    • Sifat manusia: terbaring, sendirian
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa cinta tidak mendapatkan tempat di hati seseorang dan merasa kesepian.
  2. Angin berkejar-kejaran dari barat ke timur.
    • Benda mati: angin
    • Tingkah laku manusia: berkejar-kejaran
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa angin bertiup dengan kencang dan berubah-ubah arahnya.
  3. Matahari sudah kembali ke peraduannya ketika kami tiba di sana.
    • Benda mati: matahari
    • Tingkah laku manusia: kembali ke peraduan
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa matahari sudah terbenam ketika kami sampai di tempat tujuan.
  4. Matahari tersenyum menyapa bumi. (puisi Matahari, Chairil Anwar)
    • Benda mati: matahari
    • Sifat manusia: tersenyum, menyapa
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa matahari terbit dengan cahaya yang cerah dan hangat.
  5. Bulan menangis di balik awan. (puisi Bulan, Sapardi Djoko Damono)
    • Benda mati: bulan
    • Sifat manusia: menangis
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa bulan terlihat redup dan suram karena tertutup awan.
  6. Jam dinding berdetak seirama dengan denyut nadiku. (cerpen Detak, Mira W)
    • Benda mati: jam dinding
    • Sifat manusia: berdetak, seirama
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa jam dinding menunjukkan waktu yang sama dengan perasaanku.
  7. Kertas itu berteriak meminta ampun ketika aku mencoretnya dengan tinta merah. (novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
    • Benda mati: kertas
    • Sifat manusia: berteriak, meminta ampun
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa kertas itu penuh dengan kesalahan yang aku coret dengan tinta merah.
  8. Gitar itu berbisik lagu-lagu kesedihan di telingaku. (lagu Gitar, Koes Plus)
    • Benda mati: gitar
    • Sifat manusia: berbisik
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa gitar itu memainkan lagu-lagu yang menyentuh hatiku.
  9. Bunga-bunga berguguran layaknya air mata. (puisi Bunga, W.S Rendra)
    • Benda mati: bunga-bunga
    • Sifat manusia: berguguran, layaknya air mata
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa bunga-bunga jatuh dari tangkainya seperti air mata yang menetes dari mata.
  10. Kursi itu berderit ketika aku duduk di atasnya. (cerpen Kursi, Ahmad Tohari)
    • Benda mati: kursi
    • Sifat manusia: berderit
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa kursi itu mengeluarkan suara yang tidak nyaman ketika aku duduk di atasnya.
  11. Komputer itu membeku ketika aku sedang mengerjakan tugas. (cerpen Komputer, Eka Kurniawan)
    • Benda mati: komputer
    • Sifat manusia: membeku
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa komputer itu tidak bisa berfungsi atau macet ketika aku sedang mengerjakan tugas.
  12. Pintu itu menghela napas ketika aku menutupnya dengan kasar. (novel Pintu, Fira Basuki)
    • Benda mati: pintu
    • Sifat manusia: menghela napas
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa pintu itu mengeluarkan suara yang mirip dengan napas yang dihela ketika aku menutupnya dengan kasar.
  13. Telepon itu berdering tanpa henti di tengah malam. (novel Telepon, Agatha Christie)
    • Benda mati: telepon
    • Sifat manusia: berdering tanpa henti
    • Penjelasan: kalimat ini menggambarkan bahwa telepon itu terus menerus mengeluarkan suara yang menandakan ada panggilan masuk di tengah malam.