Perbedaan AM dan PM: Penjelasan Beserta Contohnya!

Perbedaan AM dan PM: Penjelasan Beserta Contohnya!

Ketika kita melihat jam, kita sering melihat dua huruf di belakang angka, yaitu AM dan PM. Apa arti dari huruf-huruf ini? Apa bedanya AM dan PM? Mari kita cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Pengertian AM dan PM

AM dan PM adalah singkatan dari bahasa Latin yang digunakan untuk membagi waktu dalam sehari menjadi dua bagian, yaitu sebelum tengah hari dan sesudah tengah hari. AM adalah singkatan dari ante meridiem, yang berarti sebelum tengah hari. PM adalah singkatan dari post meridiem, yang berarti sesudah tengah hari.

Tengah hari adalah saat matahari berada tepat di atas kepala kita, atau saat bayangan benda-benda menjadi paling pendek. Tengah hari biasanya terjadi pada pukul 12.00 siang. Sebelum tengah hari adalah waktu antara pukul 00.00 sampai pukul 11.59 siang. Sesudah tengah hari adalah waktu antara pukul 12.01 sampai pukul 23.59 malam.

Sistem Waktu 12 Jam dan 24 Jam

AM dan PM digunakan dalam sistem waktu 12 jam, yang membagi sehari menjadi dua bagian, yaitu pagi dan malam, masing-masing berdurasi 12 jam. Sistem waktu 12 jam banyak digunakan di negara-negara berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris. Sistem waktu 12 jam juga digunakan di Indonesia, terutama untuk keperluan informal, seperti berbicara, menulis, atau menampilkan jam di perangkat elektronik.

Sistem waktu 12 jam memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah mudah dipahami dan digunakan oleh masyarakat, karena sesuai dengan siklus alam, yaitu pagi dan malam. Kekurangannya adalah bisa menimbulkan kebingungan, karena ada dua kali pengulangan angka dalam sehari, yaitu pukul 1.00 sampai pukul 12.00, baik untuk pagi maupun malam. Untuk menghindari kebingungan, kita harus menambahkan AM atau PM di belakang angka.

Selain sistem waktu 12 jam, ada juga sistem waktu 24 jam, yang membagi sehari menjadi satu bagian, tanpa membedakan pagi dan malam. Sistem waktu 24 jam menggunakan angka dari 0 sampai 23 untuk menunjukkan jam. Sistem waktu 24 jam banyak digunakan di negara-negara Eropa, Asia, dan Afrika. Sistem waktu 24 jam juga digunakan di Indonesia, terutama untuk keperluan formal, seperti jadwal kereta api, pesawat terbang, atau acara televisi.

Sistem waktu 24 jam memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah tidak menimbulkan kebingungan, karena tidak ada pengulangan angka dalam sehari. Kekurangannya adalah kurang familiar dan intuitif bagi masyarakat, karena tidak sesuai dengan siklus alam.

Cara Mengubah Waktu 12 Jam ke 24 Jam dan Sebaliknya

Untuk mengubah waktu 12 jam ke 24 jam, kita bisa menggunakan aturan berikut:

  • Jika waktu 12 jam menggunakan AM, maka kita tinggal menghapus AM dan menggunakan angka yang sama untuk waktu 24 jam. Contoh: 10.15 AM = 10.15
  • Jika waktu 12 jam menggunakan PM, maka kita harus menambahkan 12 ke angka jam dan menghapus PM untuk mendapatkan waktu 24 jam. Contoh: 3.30 PM = 15.30
  • Jika waktu 12 jam adalah 12.00, maka kita harus memperhatikan apakah itu tengah hari atau tengah malam. Jika itu tengah hari, maka waktu 24 jam adalah 12.00. Jika itu tengah malam, maka waktu 24 jam adalah 00.00.

Untuk mengubah waktu 24 jam ke 12 jam, kita bisa menggunakan aturan berikut:

  • Jika angka jam kurang dari 12, maka kita tinggal menambahkan AM di belakang angka untuk mendapatkan waktu 12 jam. Contoh: 09.45 = 9.45 AM
  • Jika angka jam lebih dari 12, maka kita harus mengurangi 12 dari angka jam dan menambahkan PM di belakang angka untuk mendapatkan waktu 12 jam. Contoh: 18.20 = 6.20 PM
  • Jika angka jam adalah 00, maka waktu 12 jam adalah 12.00 AM. Jika angka jam adalah 12, maka waktu 12 jam adalah 12.00 PM.

Kesimpulan

AM dan PM adalah singkatan dari bahasa Latin yang digunakan untuk membagi waktu dalam sehari menjadi dua bagian, yaitu sebelum tengah hari dan sesudah tengah hari. AM berarti sebelum tengah hari, sedangkan PM berarti sesudah tengah hari. AM dan PM digunakan dalam sistem waktu 12 jam, yang membagi sehari menjadi pagi dan malam, masing-masing berdurasi 12 jam. Sistem waktu 12 jam bisa menimbulkan kebingungan, karena ada pengulangan angka dalam sehari. Untuk menghindari kebingungan, kita harus menambahkan AM atau PM di belakang angka. Selain sistem waktu 12 jam, ada juga sistem waktu 24 jam, yang membagi sehari menjadi satu bagian, tanpa membedakan pagi dan malam. Sistem waktu 24 jam menggunakan angka dari 0 sampai 23 untuk menunjukkan jam. Sistem waktu 24 jam tidak menimbulkan kebingungan, tetapi kurang familiar dan intuitif bagi masyarakat. Untuk mengubah waktu 12 jam ke 24 jam, atau sebaliknya, kita bisa menggunakan aturan yang telah dijelaskan di atas.